
SELEKSI OSN KEBUMIAN KOTA BANDUNG
Seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Kota Bandung, dilaksanakan pada tanggal 10 dan 11 Mei 2011 bertempat di kampus SMA Negeri 8 Kota Bandung. Tanggal 10 Mei matalomba yang diujikan adalah Fisika, Kimia, Biologi dan Matematika dan tanggal 11 Mei matalomba yang diujikan adalah Kebumian, Informatika, Astronomi dan Ekonomi. Kegiatan yang dibuka oleh Ketua MKKS Kota Bandung mewakili Kepala Dinas Pendidikan ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.30 WIB.
Untuk bidang ilmu kebumian jumlah peserta adalah 78 orang dan memperebutkan tiga tempat untuk mewakili kota Bandung pada Seleksi tingkat Jawa Barat.
Hasil seleksi OSN Kebumian dapat dilihat di sini.

WORKSHOP PERSIAPAN UJIAN SEKOLAH/NASIONAL
Bertempat di laboratorium IPS SMA Negeri 11 Kota Bandung, dilaksanakan workshop persiapan US/UN MGMP Geografi Kota Bandung. Acara yang dibuka oleh Drs. Wardoyo, Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Kota Bandung merupakan program kerja MGMP Geografi Kota Bandung tahun 2011. Materi dalam acara ini adalah test drive contoh soal UN Geografi, Pemaparan SKL dan Indikator UN Geografi 2011, Pembuatan soal berbasis indikator, dan sosialisasi Asosiasi Pendidik Geografi Indonesia (APGI).
Peserta (guru geografi) khusu’ mengikuti kegiatan

Sri Baduga Ramah bagi Difabel
| Galamedia 19 Mei 2010 |
| DIPONEGORO,(GM)- Museum Sri Baduga Bandung akan mencoba ramah terhadap kaum difabel dengan disediakannya aksesibilitas bagi kaum difabel. Hal itu diungkapkan Kepala Balai Pengelolaan Museum Sri Baduga Bandung, Pramaputra pada wartawan yang ditemui di sela-sela Peringatan Hari Museum Internasional di Museum Geologi Bandung, Selasa (18/5). Disebutkan Prana, tidak hanya Museum Sri Baduga, tetapi seluruh museum yang ada di Kota Bandung akan lebih ramah bagi kaum difabel. Menurutnya, hal tersebut sudah menjadi suatu kebutuhan bagi para pengelola museum untuk membuat aksesibilitas bagi kaum difabel. “Kami sudah sepakat, bahwa museum harus lebih ramah lagi bagi kaum difabel. Apalagi, salah satu fungsi museum adalah sebagai tempat mencari ilmu,” ujarnya. Prama menyebutkan, sebenarnya sejumlah museum termasuk Museum Sri Baduga telah menyiapkan aksesibilitas bagi kaum difabel, namun belum maksimal. Salah satu yang sudah dilakukan yakni menyiapkan alat infromasi dan layar sentuh yang bisa dimanfaatkan para penyandang cacat, baik tunarungu dan tunadaksa untuk memnggali informasi tentang koleksi di museum dan sebagainya. “Namun saya akui, informasi bagi tunanetra, yakni berupa tulisan berhuruf braille dalam sinopsis koleksi belum,” paparnya. Disebutkan, informasi koleksi menggunakan huruf braille untuk tahun ini tidak bisa diajukan. Prama menyebutkan, kemungkinan baru tahun depan koleksi menggunakan huruf braille bisa dilakukan. “Untuk sementara, kita memanfaatkan yang ada bagi aksesiblitas buat kaum difabel,” ujarnya. Prama pun menyebutkan, kurang ramahnya museum diakibatkan banyak faktor, bisa aksebilitasnya, para guidenya, maupun dari koleksinya. Selain itu, tambah dia, kalangan difabel jarang mengunjungi museum yang ada di Kota Bandung. “Padahal, belakangan ini seluruh museum di Kota Bandung sudah mencoba untuk lebih ramah kepada masyarakat, termasuk bagi kaum difabel,” tandasnya. Sebelumnya Koordinator Forum Perjuangan Diable Jabar, Jumono Wiro Siswowiyono menyebutkan, sebagian besar museum yang ada di Kota Bandung maupun Jabar dinilai kurang ramah bagi kaum difabel, karena kurang menyediakan aksesibilitas bagi kaum difabel. Dikatakan Jumono, sebagian besar koleksi yang ada di museum di Bandung, kurang menyediakan alat informasi bagi kalangan tuna rungu dan sinopsis menggunakan huruf braile bagi kalangan tguna netra. (B.81)** |

What is Lesson Study?
http://lessonresearch.net/
In Japan, teachers improve their teaching through “lesson study,” a process in which teachers jointly plan, observe, analyze, and refine actual classroom lessons called “research lessons”. Lesson study is widely credited for the steady improvement of Japanese elementary mathematics and science instruction. Since 1999, lesson study has rapidly emerged in many sites across the United States.
In Lesson Study teachers:
* Think about the long-term goals of education – such as love of learning and respect for others;
* Carefully consider the goals of a particular subject area, unit or lesson (for example, why science is taught, what is important about levers, how to introduce levers);
* Plan classroom “research lessons” that bring to life both specific subject matter goals and long term goals for students; and
* Carefully study how students respond to these lessons – including their learning, engagement, and treatment of each other.

Territories
Territories, Colonies, and Dependencies of Independent Countries By Matt Rosenberg, About.com
While there are fewer than two hundred independent countries in the world, there are more than sixty additional territories that are under the control of another independent country.
There are several definitions of territory but for our purposes, we are concerned with the most common definition, presented above. Some countries consider certain internal divisions to be territories (such as Canada’s three territories of Northwest Territories, Nunavut, and Yukon Territory or Australia’s Australian Capital Territory and Northern Territory). Likewise, while Washington D.C. is not a state and effectively a territory, it is not an external territory and thus not counted as such.
Another definition of territory usually is found in conjunction with the word “disputed” or “occupied.” Disputed territories and occupied territories refer to places where the jurisdiction of the place (which country owns the land) is not clear.
The criteria for a place being considered a territory are fairly simple, especially when compared to those of an independent country. A territory is simply a external piece of land claimed to be a subordinate location (in regards to the main country) that is not claimed by another country. If there is another claim, then the territory can be considered a disputed territory.
A territory will typically rely on its “mother country” for defense, police protection, courts, social services, economic controls and support, migration and import/export controls, and other features of an independent country.
With fourteen territories, the United States has more territories than any other country. The territories of the U.S. include: American Samoa, Baker Island, Guam, Howland Island, Jarvis Island, Johnston Atoll, Kingman Reef, Midway Islands, Navassa Island, Northern Mariana Islands, Palmyra Atoll, Puerto Rico, U.S. Virgin Islands, and Wake Island. The United Kingdom has twelve territories under its auspices.
The United States Department of State provides a nice listing of more than sixty territories along with the country that controls the territory.

Geografi Kemacetan
|
|
|
|
|
Rabu, 04 April 2007 |
|
Macet… macet… belakangan ini lagi naik daun, meskipun merupakan berita “basi” di Jakarta sampai anekdot sinis seperti “kalau ngak macet bukan Jakarta!!” atau “tinggal di Jakarta brarti tua dijalan”… Saya tidak akan menulis semua keluhan kemacetan karena listnya akan panjang sekali, tetapi mencoba melihat kontribusi aplikasi geografi sebagai basic pengetahuan saya. Lalu lintas merupakan aliran kendaraan bermotor, atau tidak bermotor termasuk juga pejalan kaki. Traffic is the movement of motorized vehicles, unmotorized vehicles and pedestrians on roads (wikipedia). Aliran pastinya berada diatas permukaan bumi dan terkait dengan ruang, geografi pastinya sangat terkait dengan analisis pola-pola serta sebaran diatas permukaan bumi Pola aliran ini dalam lingkup analisis geografi bisa dipelajari, di analisis secara mendalam mulai dari penyebabnya, pola Geografi dalam Traffic Management berkembang dari aplikasi yang paling sederhana dengan melihat pola-pola, memetakan dan menganalisisnya menjadi sebuah kajian detail dengan menggunakan alat bantu Sistem Informasi Geografis dan alat navigasi seperti GIS. Prinsipnya tentu sama, tetapi dengan teknologi yang ada, pemantauan serta analisis bisa sangat cepat dan tentunya memberikan masukan. |

13 Ilmuwan Islam Pelopor Ilmu Geografi
Berkembangnya geografi di dunia Islam dimulai ketika Khalifah Al-Ma’mun yang berkuasa dari tahun 813 hingga 833 M memerintahkan para geografer Muslim untuk mengukur kembali jarak bumi.
Islam mendorong umatnya untuk membuka pikiran dan cakrawala. Allah SWT berfirman: Sungguh telah berlaku sunnah Allah (hukum Allah) maka berjalanlah kamu di muka bumi dan lihatlah bagaimana akibat (perbuatan) orangorang mendustakan ayat-ayat-Nya. (QS. Al-Imran: 137). Perintah ini telah membuat umat Islam di abad-abad pertama berupaya untuk melakukan ekspansi serta ekspedisi.

SEGARA ANAKAN DIKHAWATIRKAN HILANG ; Kondisi DAS Citanduy Superkritis
Saat ini terdapat 72 daerah aliran sungai atau DAS di Indonesia yang dalam posisi superkritis. Dari sekian jumlah tersebut, DAS Citanduy termasuk salah satu di antara yang dalam posisi superkritis. Kondisi ini terlihat dengan tingkat erosi sudah sangat tinggi dan sedimentasi sangat besar.
Dr Sudibyakto, peneliti PSBA UGM mengemukakan hal tersebut kepada Kedaulatan Rakyat, Jumat (4/1). “Dalam konteks tingkat erosi sangat besar sehingga sedimentasi di Segara Anakan sangat besar,” tandas Sudibyakto.


![Sweet Memories....274/365 [Explore] #1 Sweet Memories....274/365 [Explore] #1](http://static.flickr.com/7047/6948702431_7b0dc74f21_t.jpg)










